Ikutilah seperti resminya padi . . . semakin berisi tunduk ke bumi . . . semakin berilmu merendah diri . . . itu sifat yang terpuji . .
English German Dutch Italian Russian Greek French Spanish Arabic Korean Japanese Chinese Indonesian

Selasa, 15 Maret 2011

Kesabaran


Sabar itu banyak dimensi dan turunan'y. Bukan dalam satu perkara saja terlihat. Justru, orang yg ‘hebat’ -menurut saya- adalah orang yg piawai dalam meramu sabar ini agar menjadi bagian dari hidup'y.

Susah tapi mudah, bukan gampang tapi sulit. Bukti'y bnyk juga kok orang yg mampu mpraktekkan'y. Namun, acapkali pula orang abai terhadap apa sebenar'y sari pati kesabaran itu.

Dan, acapkali orang beretorika bagaimana sebenar'y kesabaran itu. Namun sayang, banyak pula dari mereka yg malah lupa bahwa sesungguh'y kesabaran itu justru teruji saat pukulan pertama.

Meraih sabar itu ibarat berkompetisi. Dalam berkompetisi, hasil baik atau buruk mesti'y selalu kita hadapi dengan sikap dan emosi yg matang. Namun, itu belumlah cukup. Sebab, kompetisi ini bukan sekedar kearifan dalam ‘memenej’ emosi. Lebih jauh dari itu. Ini perkara kewajiban -bagi kita- agar akhlaq kian terhiasi dengannya, sebagaimana kesabaran yg selalu dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw.

Subhanallah.. Saya jadi teringat betapa dahsyat'y kekuatan sabar yg ditunjukkan oleh para sahabat Rasulullah saw. dalam memperjuangkan Dien ini. Tanpa fadhilah sabar yg telah menjadi bagian dari kehidupan para sahabat itu, tentu indah'y Islam tidak akan kita saksikan di seluruh pelosok bumi.

Mari kita tilik, betapa harum'y nama Mushab bin Umair oleh karena kesabarannya dalam mengecap manisnya iman dan pengrobanan. Subhanallah, Allah dan Rasul-Nya pun memuji kesabaran dan kegigihan beliau dalam membela Islam; sehingga kalimat terakhir yang terlontar menjelang syahidnya pun terabadikan dalam al Qur’an.

Pertanyaan kemudian adalah apakah motivasi sabar yang terindera sudah menjadi bagian dari hidup yg tidak kita reka-reka? Lantas, dengan alasan apalagi kita menolak'y sedang Allah swt. telah memuliakan setiap hamba yg sarat bunga sabar di hati'y? Harus masih adakah marah sedang Rasullah saw. selalu tersenyum dikala duka? Dimanakah ego sedang penderitaan kita tidak seperih Mush’ab yang baik?

Astaghfirullah.. Maafkan keangkuhan kami ya Rahman.. Selalu terhaturkan pinta ya Rabbi, mampukan kami menghiasi hidup dengan manis'y iman dan kesabaran ini. Sabar dalam ta’at juga dalam menapaki peran dakwah di jalan-Mu, amin.


Bookmark and Share


0 comments:

Posting Komentar

My Friends

TESTIMONI

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons