Ikutilah seperti resminya padi . . . semakin berisi tunduk ke bumi . . . semakin berilmu merendah diri . . . itu sifat yang terpuji . .
English German Dutch Italian Russian Greek French Spanish Arabic Korean Japanese Chinese Indonesian

Rabu, 17 Februari 2010

Meniti Jalan Kehidupan


Tapak perjalanan itu semakin jauh
membekas pada alur-alur jalan hidup
menoreh pendakian...

Ada urusan kelelahan yang membayang
Ada duri-duri yang menusuk tajam
Ada kegamangan yang muncul tenggelam
dan Tapak Perjalanan Itu semakin Jauhhh...

Duhai,... Rabb, Al-Aliim...
jika kau tutup tabir ilmu-Mu
Siapa yang sanggup menyibaknya untuk-ku?

Duhai,... Rabb, Al-Hakim...
jika Kau rahasiakan hikmah-Mu
siapa yang sanggup menyatakan padaku?

Duhaii,... Rabb, Al-Latif...
Jika Kau bekukan Kelembutan-Mu
Siapa yang sanggup mncairkan kerasnya hatiku?
Sedang Engkau tahu, rapuhnya diri di tengah badai Ayat-Mu
Sedang Engkau tahu, dangkalnya akal di pusaran Kuasa-Mu
Sedang Engkau tahu,lemahnya jiwa digelaran Jiwa-Mu

Tapak perjalanan itu semakin Nyata, membekas pada alur-alur hidup
menyampaikan pesan akan kehinaan dan kealpaan diri...
menggugat janji untuk senantiasa mengabdi
menagih sumpah untuk selalu tambat di atas jalan pendakian
menyadarkan kemana terminal terakhir perjalanan...

Dan Tapak perjalanan itu semakin Nyata
Tapak perjalanan itu semakin hidup
melantunkan peringatan akan kelemahan makhluk bernama "INSAN"...
Mendendangkan Irama Cinta, kelapangan dan Kasih sayang...
Mengajarkan Indahnya Kesabaran, hikmah dan kebijakan...
Memahamkan arti sebuah perjuangan panjang....
Dan,.. Tapak perjalan itu semakin hidup...

Rabb, jika rasa sakit itu,...
Kau ganti dengan kesembuhan yang berlapis-lapis
dan luka itu menjadi sebab syahdunya pengaduanku pada-Mu,
Aku ridha...
Rabb... ajari aku dengan Asma-Mu yang Agung
agar aku mengerti arti setiap penciptaan-Mu...

Sumber

Bookmark and Share

Selasa, 29 Desember 2009

Duhai HatiQ


Yaa Allah . . .

Terima kasih untuk setiap nafas
terima kasih untuk setiap detak jantung
dan denyut nadi yg telah Kau berikan
untuk hidup dan kehidupanku
yg telah Kau bentangkan . . .

Terima kasih untuk cinta
dan indahnya bunga ketulusan
yg telah Kau semaikan . . .

aQ menyadari . . .
bahwa gelap yg paling pekat
malam pun akan menjemput pagi
aQ memahami . . .
bahwa perjalanan sejauh apapun
akan tercapai jika aQ mau melangkahkan kakiQ
aQ mengerti . . .
bahwa cinta tak pernah hilang dr kehidupan
hanya saja ia terkadang belum tertemukan . . .


Bookmark and Share

Minggu, 20 Desember 2009

Kepada Kaum Adam yang Belum Menikah


Mungkin kalian sedang tertarik ataupun tak dapat menahan pesona kalian terhadap cantiknya perempuan-perempuan disekitar kalian dan memaksa diri kalian untuk menikahi salah satu dari mereka, namun kesiapan kalian belum memadai untuk itu.

Namun, janganlah dengan keadaan demikian, kalian menjadikan mereka berharap kepadamu dan mengizinkan mereka menunggumu, ketahuilah menunggu merupakan penderitaan bagi seorang wanita. Biarkanlah mereka menikah dan bertemu dengan jodohnya anpa terhalang dengan penantiannya terhadap dirimu di pada waktu yang tidak pasti.

Yakinlah, jika saat ini saja begitu banyak yang mempesonakanmu, bukankah di suatu saat nanti ketika usiamu telah bertambah dan engkau telah siap maka Rahasia-rahasia Allah tentang seseorang yang lebih mempesonakanmu akan dipertemukan kepadamu dan engkau mendapatinya di tempat yang diberkahi dan penuh Rahmat, Pernikahan.

Ingatlah, apakah Allah akan menyia-nyiakan usaha seseorang dalam menjaga dirinya? Insya Allah tidak, karena Allah tidak menyia-nyiakan perbuatan baik bagi hamba-hambaNya.
Insya Allah . . .
Semoga Allah Memaafkan aku Ketika aku Bersalah
Allahuma Amiin . . .


Bookmark and Share

Senin, 14 Desember 2009

Rintihan Qolbu


Ya Allah . . .
Engkau adalah penguasa alam semesta
yang menggenggam langit, bumi beserta isinya
termasuk hati ini yang dalam genggaman-Mu

Ya Allah . . .
Engkau pun tahu setiap lintasan isi hati manusia
begitu juga dengan lintasan hatiku ini
hati yang hanya mampu merintih di keheningan malam

Engkau menciptakan mata dengan berpasangan
juga dengan dua telinga, dua tangan, dan dua kaki
tapi mengapa Engkau hanya menciptakan sekeping hati?
aku tahu sekeping hatinya lagi ada pada pasanganku
maka aku pun harus mencarinya . . .

Dalam pencarian itulah CINTA tumbuh dan bersemi.
Cinta tidak sendiri, ia bersama yang lainnya
di antaranya kasih sayang, ketulusan, keindahan
keikhlasan, kesetiaan bahkan pengorbanan
kisah cinta tidak akan habis hingga akhir zaman

Kini aku pun telah menemukan cinta . . .
Harap cinta ini cinta pertama dan terakhirku
cinta yang membawa hingga ke alam syurga

Dia hadir dalam hati ini yang kosong
ia mengisi hati dan kehidupanku
dengan lembaran dan pengalaman baru
hingga terlukislah nama dia di hatiku . . .
Semoga hubungan ini terjaga baik
dan tetap istiqamah . . .

Amin ya Allah rabbal'alamiin

Selasa, 08 Desember 2009

Galilah Sumur Hingga Terdalam


GALILAH sumur hingga terdalam sebelum Anda merasakan HAUS".

Sungguh kata yang memiliki makna yang dalam.

Bila kita menggali sebuah sumur hingga terdalam, maka kita akan memperoleh banyaknya air. Pada saat ketika kita butuh air maka tinggal ambillah dari sumur tersebut.

Tapi dalam pembelajaran ini kita bukan untuk menggali sumur sebenarnya, tetapi menggali sebuah ilmu atau pengalaman.

Ilmu tidak hanya bisa kita dapatkan di Sekolah-sekolah saja, tapi bisa juga kita peroleh dari keluarga, teman bahkan di lingkungan sekitar.

Ketika seorang Pelajar University mendapatkan tugas mentoring untuk anak-anak TK maupun SD, ia sungguh merasa bahagia. Karena dia tahu manfaat dari melaksanakan tugas tersebut. Meskipun yang dia didiknya adalah anak orang lain, dia tetap melaksanakannya dengan tulus penuh perhatian dan tanggung jawab.
Sesungguhnya dialah sedang menggali sumur itu. Sebagai bekal untuk mendidik keluarga dan anaknya ketika sudah berrumah tangga nanti.

Adapun contoh yang lain; Seorang anak laki-laki yang masih tinggal bersama keluarganya, dalam keluarga tersebut tidak memiliki seorang pembantu, sehingga anak tersebut harus membantu pekerjaan rumahnya. Dia harus menyapu rumah, mencuci piring dan yang lainnya, bahkan diapun suka bantu membuat bumbu-bumbu masakan. Dia tidak mengeluh ataupun kecewa dengan tugas-tugasnya itu.

Karena diapun tahu manfaat dari melaksanakan tugas tersebut. Yaitu, bila dia sudah berrumah tangga nanti dan tanpa diduga tiba-tiba istri sakit, sehingga tidak bisa menyiapkan makanan maupun perhatian untuk suaminya itu dan anak-anak. Maka sang suami tidak begitu mencemaskan masalah makanan itu. Dia yang akan memasak dan memberikan perhatian untuk keluarganya. Subhanallah

Nah. Saudaraku... Marilah kita gali terus sumur hingga terdalam. Semoga kita dapat manfaatnya. Insya Allah


Saling Menyukai



Banyak sekali penelitian (dan juga akal sehat) yang membuktikan bahwa kita cenderung lebih menyukai orang-orang yang menyukai kita. Ketika kita mengetahui bahwa seseorang memandang kita baik, kita secara tak sadar terdorong untuk memandang orang itu menyenangkan. Karena jika Anda benar-benar ingin disukai dan di hormati seseorang Anda harus menunjukkan kepadanya bahwa Anda menyukai dan menghormatinya.

Bagaimana jika seseorang tidak menyukai saya? Cukup mengherankan berbagai penelitian menyimpulkan bahwa jika seseorang pada awalnya tidak menyukai Anda dan perlahan-lahan menyukai Anda, dia pada akhirnya akan lebih menyukai Anda daripada jika dia telah menyukai Anda sejak awal.

Ingat! Jika Anda tidak memiliki hubungan akrab dengan seseorang, jangan langsung menganggap dia sahabat terbaik Anda. Penelitian menunjukan kepada kita bahwa disukai secara perlahan-lahan jauh lebih efektif dari pada serta-merta menjadi sahabat terbaik seseorang. Jadi jangan terlalu berlebihan dan serta-merta menganggap dia sahabat terbaik Anda.

Untuk menggunakan hukum SALING MENYUKAI secara perlahan-lahan ini, tunjukkan kepadanya bahwa Anda sangat menyukai dan menghormatinya.

Psikologi / Self Help

David J. Lieberman Ph. D

<<== Keep Istiqamah n Smile ^_^ ==>>

Selasa, 24 November 2009

Mengelola Ketidak Sempurnaan


Apa lagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad saw. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia terbagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad saw? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan hati setelah ia direbut Utsman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah ia direbut habis oieh Aisyah?

Kita hanya berbagi pada sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta kita selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempura dalam diri kita.

Pilihan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki saleh yang tidak menawan atau perempuan salehah yang tidak cantik. Pesona kita selalu tunggal.

Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisik itu Imam Ghazali mengatakan, “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah saw bersabda, “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”

Persoalan kita adalah ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles.

Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di televisi. Semua sedih. Semua menangis. Puteri yang pernah menjadi trendsetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk disia-siakan oleh sang pangeran. Apalagi Camila Parker yang menjadi kekasih gelap sang pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana.

Tapi tidak ada yang secara objektif mau bertanya ketika itu. “Kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camila, perempuan sederhana, tidak bisa dibilang cantik, dan lebih tua, ketimbang Diana, gadis cantik berwajah boneka itu?”

Jawaban Charles mungkin memang terlalu sederhana. Tapi itu fakta. “Karena saya lebih bisa bicara dengan Camila.”

Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru terkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan.

Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang atau hilang bersama waktu.

Bukan karena kencantikan atau ketampanan berkurang. Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibat sentuhan terus-menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.

Apa yang harus kita lakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaran.
Belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu.

Fisik mungkin tidak bisa dirubah. Tapi pesona fisik bukan hanya tampang. Ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian bawaan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Ketiga hal itu biasanya termanifestasi pada garis-garis wajah, senyuman dan tatapan mata serta gerakan refleks tubuh kita. Itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak terlalu tampan tapi mempesona banyak wanita. Begitu juga sebaliknya.

Itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pencinta pembelajar. Karena pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. Dan kematangan itulah pesonanya. “Sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah,” kata Malik bin Nabi, “wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.”

<<== Majalah Tarbawi edisi 124 ==>>

Keep Istiqamah n Smile ^_^



Bookmark and Share

Minggu, 11 Oktober 2009

Muhasabah (Introspeksi Diri)

Kalo qta ga tau kapan dan di mana akan mati, trus knp qta ga introspeksi diri terus-menerus???

Selalu berusaha membenahi kekurangan-kekurangan, bertaubat dengan segera setelah melakukan kesalahan.

Karena bisa jadi qta akan dipanggil menghadap kepada ALLAH Ta’ala saat sedang bertaubat dan menyesali kesalahan, trus qta menghadap kepada-Nya seakan-akan ga pernah berbuat dosa dan kesalahan. Bahkan semua dosa dan kesalahan akan menjadi kebaikan.

Ini cara mudah untuk bermuhasabah (introspeksi diri) :

1) Setelah meletakkan kepala di atas bantal, lalu membaca do’a-do’a sebelum tidur, segeralah mengingat segala hal yang sudah qta lakukan di siang hari itu. Meliputi amal dan aktifitas yang baik dan buruk.

2) Mulai dgn hal2 yg berkaitan dengan syahadat, shalat, zakat, sedekah, lalu hal2 yg berkaitan dgn rukun iman, iman kepada takdir yang baik maupun buruk, dst.
Kalo ternyata ga ada masalah, ucapkanlah ALHAMDULILLAH. Tapi kalo da masalah, ucapkan TA’AWUDZ, minta perlindungan kepada ALLAH Ta’ala dari gangguan syetan, beristighfar, bertaubat, dan menangislah di hadapan ALLAH. Semoga ALLAH menerima taubat qta. Dan berniat utk tidak mengulanginya lagi. Lalu tidurlah dalam keadaan taubat.

3) Setelah mengingat-ingat hal2 yang berkenaan dengan hak ALLAH, lanjutkan dgn mengingat-ingat hal2 yg berkaitan dengan hak makhluk ALLAH: orang tua, keluarga lain, sahabat, teman, sodara seiman. Kalo kita blm bisa menunaikan hak2 mereka dari kita dengan baik, bertaubatlah. Dan meminta maaf dan meminta keikhlasan mereka untuk memaafkan qta. Jangan lupa, hak hewan dan tumbuhan di sekitar kita pun jgn sampai terabaikan.

Mungkin qta bertanya, apa guna muhasabah singkat ini ?
Sungguh, manfaat dari muhasabah ini adalah jika ALLAH Ta’ala menakdirkan qta meninggal malam itu, maka qta akan menghadap kehadirat-NYA dalam keadaan telah bertaubat. Tapi, kalo ALLAH takdirkan qta bisa menghirup udara segar di esok harinya, maka manfaatnya adalah :

1) Mungkin qta akan inget bahwa qta telah berjanji kepada ALLAH Ta’ala dan kita sudah bermuhasabah, maka qta akan menghindari dari kesalahan sebelum terjerumus ke dalamnya.
2) Atau mungkin ketika kita terjerumus kembali, kita bertaubat lagi. Jadi, setiap kita melakukan kesalahan di siang hari, maka bertaubat di malam hari sampai kita malu terhadap ALLAH setelah berkali-kali bertaubat.

Sungguh, taubat dan penyesalanmu merupakan ibadah yang akan mendatangkan pahala kepadamu, amin.

Imam Hasan Al-Bashri berkata, ” Seorang mukmin adalah panglima untuk dirinya sendiri, ia mengatur dan menginspeksi dirinya sendiri karena mengharap Keridhaan ALLAH Ta’ala”.

(sumber : Buku Kesaksian Seorang Dokter, dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, SpJP)

diambil dari notes seorang teman. Syukran. SEMANGAT....!!!! ^_^

Rabu, 09 September 2009

Hidup Untuk Berprestasi


SEGALA puji bagi Allah Swt. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu bagi Rasulullah saw panutan kita, pribadi mulia yang menjadi jalan untuk membangunkan dan menuntun hati nurani kita menjadi cahaya bagi segala perbuatan mulia.

Hidup adalah untuk mengukir prestasi yang bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat nanti. Untuk itu kita harus mampu memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang ada agar tidak terbuang sia-sia. Untuk menjadi orang yang berprestasi, setidaknya ada dua hal yang harus kita perhatikan, yakni:

Pertama, selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjaga nama baik, karena nama baik akan membentuk citra positif bagi kita di masyarakat sehingga orang lain mau membuka diri dan bekerja sama dengan kita.

Kedua, selalu berusaha sekuat tenaga untuk menambah wawasan dan mengembangkan keilmuan. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, mengenal, memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kita dan orang lain, usia yang terus bertambah bukan menjadi halangan bagi seseorang untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Oleh karena itu, bagi orang-orang yang tidak pernah memperhitungkan nama baik dengan bersikap tidak jujur, licik, janji tidak ditepati, tidak disiplin, berdusta dan berkhianat, maka hal tersebut akan merugikan diri sendiri dan dengan sendirinya akan menghancurkan kredibilitas kita di masyarakat sehingga kehadiran kitapun tidak akan diperhitungkan.

Sudah menjadi suatu keharusan bagi siapapun untuk terus menerus menggalang potensi kekuatan yang ada pada dirinya. Hal tersebut akan terlaksana apabila kita mulai menerapkan kedisiplinan pada diri sendiri. Untuk memaksimalkan potensi diri, membiasakan diri untuk tidak bergantung pada orang lain dan selalu berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan.

Kita harus selalu berusaha untuk mengoptimal kemampuanya dengan seluruh daya upayanya sehingga menjadi manusia unggul yang delalu berkarya dengan diiringi amar ma’ruf nahi munkar. Setiap manusia berpotensi untuk menjadi orang yang professional dibidangnya .

Untuk itu haruslah ditegakkan disiplin tinggi dalam ibadah, disiplin dalam waktu, disiplin dalam ketertiban, disiplin dalam menjalankan peraturan dan tugas serta hal-hal lainya yang positif. Sungguh siapa pun yang tidak memiliki disiplin dalam melaksanakan suatu program, tidak akan ada maknanya dan tidak akan bermanfaat bagi dirinya apalagi bagi orang lain.

Kita harus bermental baja, pantang menyerah, pantang mengeluh dalam menghadapi hambatan apa pun, tidak melakukan suatu pekerjaan dengan setengah-setengah, selalu berusaha melakukan yang terbaik, antisipatif terhadap perubahan dan selalu siap menyikapi perubahan. Jadikan hari kita sebagai hari-hari berkualitas, berharga tinggi di depan Allah, jam demi jam maupun detik demi detik berharga sangat tinggi di hadapan Allah. Oleh karena itu tidak patut bermalas-malas atau melakukan sesuatu yang sia-sia. Semoga perjalanan kita di bulan Ramadhan ini dapat menggoreskan makna bahwa hidup adalah untuk berprestasi, bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat. Wallahua'lam.

Kamis, 13 Agustus 2009

Menyambut Ramadhan

Assalamu'alaikum wr wb

Puasa menjelang . . .
Bulan nan agung bertabur rahmat dan hidayah kan datang
menanti mereka yang terusik untuk meraih kemenangan
menggapai sebuah keimanan yang nyata

Tak luput dosa dan noda terbawa
dalam melakoni hidup di dunia
berbaur menjadi sebuah bercak hitam
yang tak mungkin akan terabaikan

Hasrat hati berpadu rasa
menjelma menguraikan sebuah keinginan yang ada
hati bermunajat, nurani berdoa
memohon sebuah ke ikhlasan yang terpancar

Tak ada kata yang patut diserap
selain kata maaf dan suka cita
menyambut hari bahagia
menuju kesempurnaan yang nyata

Maaf kan atas dosa yang terbawa
yang menyakiti hati dan nurani terdalam
tak ada terbersit keinginan 'tuk menyakiti
yang ada hanya rasa kemanusiaan yang menjelma.

Semoga di hari yang suci ini
kita bisa mengabdi dengan niat yang suci
Semoga Allah memberikan jalan penuh arti
dalam mencapai sebuah terminal sejati


Meskipun kita belum pernah bertatap muka, belum pernah berjabat tangan.., tapi mungkin dari beberapa postingan saya disini ada yg dirasa tidak berkenan di hati saudara-saudara sekalian, untuk itu ijinkan lah saya untuk memohon MAAF LAHIR DAN BATHIN dalam menyambut bulan Ramadhan, semoga semua amal dan ibadah kita di Bulan Ramadhan nanti menjadikan kita pribadi yang bersih.

Amiin.


wassalam.

My Friends

TESTIMONI

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons